butterfly, insect, nature, flower, wings, yellow flower, blue sky, summer day, macro photography, environment, beauty, colorful background, butterfly wings, insect on flower, wildlife, conservation, biology, tranquility

Apa itu konseling?

1. Pendahuluan

Hari Jum’at kemarin, 15 Syawal 1447 (3 April 2026), saya mengikuti kuliah matrikulasi S2 Psikologi IOU. Dosen yang mengajar mata kuliah ini adalah Bapak Ahmad Yunus, S. Pd, M. Couns (Substance Abuse), K.B.:P.A. Beliau sekarang bermukim di malaysia dan sedang menyelesaikan program PhD in Counseling (Subtance Abuse-Sub. Spacialty Etiology of Addiction) USIM. Beliau mengambil spesialisasi pada konseling pengguna alkohol dan penyalah gunaan narkotika.

Pada kuliah ini, beliau menyampaikan banyak sekali ilmu tentang konseling dan prakteknya. Nah, karena terdorong untuk berbagi manfaat pada sahabat pengunjung website ini, saya ingin berbagi melalui tulisan ini. Oh ya disclaimer dulu ya, tulisan ini adalah side view saya yang bisa jadi sejalan dengan Bapak Ahmad Yunus, atau bisa jadi tidak sejalan.

Artinya, saya punya kaidah pada diri saya terkait ilmu, saya akan bertanggung jawab kepada Allah seorang diri terkait ilmu saya, jadi apa yang saya tulis dan sampaikan adalah side view saya yang saya anggap benar pada saat menulis atau mengatakan. Bisa jadi itu sejalan dengan kenyataan dan bisa jadi tidak. Namun, ketika saya menemukan kebenaran yang lebih benar maka saya akan merevisi dengan tetap menjelaskan history saya menemukan ilmu itu. Jadi, bisa jadi apa yang saya kemukakan berbeda dengan guru-guru saya, namun saya nggak akan pernah mencela mereka yang telah memberikan kebaikan ilmu kepada saya. Sederhananya, berbeda dengan guru nggak masalah, asal bertanggung jawab dan tetep menghormati dan memuliakan guru kita.

2. Apa itu konseling?

Pertanyaan ini tentunya hal pertama yang perlu kita gali setelah mendengar kata ini. Konseling sering sekali kita temui dari beberapa kondisi berikut:

  • Jika ada seseorang sedang melakukan konseling, maka tergambar orang itu sedang bermasalah. Apalagi jika konseling psikologi, maka tergambar pada benak kita, orang itu mentalnya bermasalah. Apakah ini benar?, ini terlalu sempit untuk memahami konseling.

  • Kita tentu sering mendengar istilah BK (Bimbingan dan Konseling) atau dulu BP (Bimbingan dan Penyuluhan) disekolah. Seringkali BP dulu atau BK sekarang digunakan kebanyakan untuk menangani murid bermasalah. Banyak juga orang yang menangani di BP dan BK tidak faham ilmu tentang konseling. Ini berakibat berbahaya pada mental murid bermasalah itu. Salah penanganan berakibat mental seorang murid bukan sembuh, melainkan bertambah hancur. Ini tentunya akan berakibat pada seluruh kehidupan murid tersebut. Nah, apakah benar konseling hanya diperuntukkan untuk murid bermasalah?, jawabnya sama, ini terlalu sempit untuk memahami konseling secara utuh.

Lalu apa yang dimaksud konseling?,

Konseling secara bahasa

Menurut KBBI (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.)) [1] konseling adalah

“pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologis dan sebagainya; pengarahan.”,
“pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri meningkat dalam memecahkan berbagai masalah; penyuluhan”

Dari definisi ini kita memahami konselor adalah orang yang memberikan sesi konseling sedangkan konseli adalah klien yang sedang menjalani sesi konseling. Definisi ini juga menjelaskan apa yang dilakukan oleh konselor adalah memberi bimbingan, pengarahan,dan bantuan baik menggunakan metode psikologis atau yang lain. Selain itu kita memahami juga tujuan dari konseling adalah lebih memahami kemampuan diri sendiri untuk memecahkan berbagai masalah.

Konseling secara istilah

Bapak Ahmad Yunus menjelaskan definisi konseling berdasarkan The British Association for Counselling (BAC), 1986 (Yunus, 2026) [2] sebagai berikut,

Konseling adalah penggunaan hubungan yang terampil dan berprinsip untuk memfasilitasi pengetahuan diri, penerimaan dan pertumbuhan emosional, serta pengembangan sumber daya pribadi yang optimal. Tujuan keseluruhannya adalah untuk memberikan kesempatan bekerja menuju kehidupan yang lebih memuaskan dan penuh sumber daya.
Hubungan konseling akan bervariasi sesuai dengan kebutuhan, tetapi meungkin berkaitan dengan masalah perkembangan, menangani dan menyelesaikan masalah tertentu, membuat keputusan, mengatasi krisis, mengembangkan wawasan dan pengetahuan pribadi, mengatasi perasaan konflik batin, atau meningkatkan hubungan dengan orang lain. Para konselor adalah memfasilitasi pekerjaan klien dengan cara menghargai nilai-nilai kilen, sumber daya pribadi dan kapasitas untuk menentukan nasib sendiri.

Dari definisi kita dapat meringkas makna konseling sebagai berikut,

1. Kegiatan konseling adalah melakukan hubungan yang terampil dan berprinsip antara konselor dan klien atau konseli.

2. Tujuan konseling adalah memberikan kesempatan kepada klien agar mampu bekerja menuju kehidupan yang lebih memuaskan dan penuh sumber daya, diantaranya melelaui strategi

2.1. memfasilitasi pengetahuan dan pemahaman tentang diri sendiri

2.2. penerimaan dan pertumbuhan emosional diri

2.3. pengembangan pribadi yang optimal

2.4. menanangni dan menyelesaikan masalah tertentu

2.5. membuat keputusan

2.6. mengatasi krisis

2.7. mengatasi perasaan konflik batin,

2.8. atau meningkatkan hubungan dengan orang lain.

3. Aturan utama konselor adalah

3.1. menghargai nilai-nilai klien

3.2. menghargai sumber daya pribadi dan kemampuan klien untuk menentukan nasib sendiri.

Fokus utama konseling bukanlah konselor memerintahkan konseli untuk melakukan sesuatu, tapi membangun kesadaran, bahwa konseli atau klien membutuhkan untuk melakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalahnya.

Daftar Pustaka

[1] Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Konseling. Dalam KBBI Daring. Diakses 5 April 2026, dari https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/konseling

[2] Yunus, Ahmad. (2026). Teknik Konseling Umum. PPT mata kuliah Praktek Konseling di Matrikulasi S2 Psikologi, Jakarta: Kampus Bahasa IOU.

Scroll to Top