Daftar Isi

Bersungguh-Sungguh Akan Sukses

Identitas

  • Penulis : Abu Ahmad Ricki al Malanjiy

  • Penulisan Pertama : 23 Maret 2026

  • Revisi :

  • Modul Pembelajaran : Modul 7.1.2

  • Kitab Rujuan Utama : Al Muntakhobat fil Mahfuzhot – Karya Ustadz Umar Abdul Jabbar

  • Keterangan : Materi ini diajarkan pada jenjang kelas 7 semester 1 di SMPTA Imam Syafi’i Malang, diulang kembali pada kelas 10 Takhoshshush KurmaQu al Malanji

Mahfuzhot

Ada beberapa mahfuzhot yang perlu dihafalkan pada tema ini

مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, ia akan mendapatkan (hasilnya)

مَنِ اجْتَهَدَ نَجَحَ
Barangsiapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh, ia akan berhasil mendapatkan tujuannya

مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
Barangsiapa yang menanam, ia akan menuai (hasilnya)

لِكُلِّ مُجْتَهِدٍ نَصِيبٌ
Setiap orang yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan bagian (hasilnya)

Makna (مَنْ جَدَّ وَجَدَ)

Kata (مَنْ)

Kata (مَنْ) memiliki arti “barangsiapa”. Kata ini adalah isim syarth yang berfungsi menjazmkan dua fi’il, yaitu fi’il syarth dan jawabus syarth.

Kata (جَدَّ)

Fi’il madhi dengan wazan babuts tsani minats tsulatsi mujarrod bina’ mudho’af (فَرَّ يَفِرُّ) berasal dari kata (جَدَّ يَجِدُّ) yang bermakna: bersungguh-sungguh, bekerja keras, rajin, berusaha dengan penuh keseriusan. Wazan tashrifnya adalah:

جَدَّ يَجِدُّ جِدًّا فَهُوَ جَادٌّ – وَذَاكَ مَجْدُودٌ – اِجْدِدْ / جِدَّ – لَا تَجِدَّ – مَجَدٌّ2 – مِجَدٌّ

Kesimpulan makna kata ini adalah: bersungguh-sungguh dalam usaha. I’rabnya adalah:
fi’il syarth, mabni ‘alal fathi, fi mahalli jazmin li annahu fi’il madhi.

Kata (وَجَدَ)

Fi’il madhi dengan wazan babuts tsani minats tsulatsi mujarrod bina’ mitsal wawi (وَعَدَ يَعِدُ) berasal dari kata (وَجَدَ يَجِدُ) yang bermakna: mendapatkan, menemukan, memperoleh. Wazan tashrifnya adalah:

وَجَدَ يَجِدُ وَجْدًا / وِجْدَانًا فَهُوَ وَاجِدٌ – وَذَاكَ مَوْجُودٌ – جِدْ – لَا تَجِدْ – مَوْجِدٌ2 – مِيجَادٌ

Kesimpulan makna kata ini adalah: mendapatkan hasil atau tujuan. I’rabnya adalah:
jawabus syarth, mabni ‘alal fathi, fi mahalli jazmin li annahu fi’il madhi.

Kesimpulan Makna (مَنْ جَدَّ وَجَدَ)

Barangsiapa yang ia bersungguh-sungguh dalam melakukan suatu usaha atau pekerjaan, maka ia akan mendapatkan hasil dari usaha tersebut.

Penjelasan Makna (مَنْ جَدَّ وَجَدَ)

Mahfuzhot ini mengajarkan bahwa:

  • Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya

  • Harus ada usaha, kerja keras, dan kesungguhan

  • Semakin besar kesungguhan, semakin besar hasil yang didapat

Dalam kehidupan pelajar:

  • Bersungguh-sungguh belajar → mendapatkan ilmu dan prestasi

  • Bersungguh-sungguh berlatih → menjadi ahli

  • Bersungguh-sungguh beribadah → mendapatkan pahala dan kedekatan dengan Allah

Pesan Tarbiyah

Mahfuzhot ini adalah kaidah hidup:

  • Tidak ada hasil tanpa usaha

  • Tidak ada keberhasilan tanpa kesungguhan

Jika ingin mendapatkan sesuatu, maka bersungguh-sungguhlah dalam mencarinya.

Makna (مَنِ اجْتَهَدَ نَجَحَ)

Kata (مَنْ)

Penjelasan makna kata ini sama dengan penjelasan kata (مَنْ) pada mahfuzhot sebelumnya seperti (مَنْ جَدَّ وَجَدَ) yang memiliki arti “barangsiapa”. Kata ini adalah isim syarth yang berfungsi menjazmkan dua fi’il, yaitu fi’il syarth dan jawabus syarth.

Kata (اجْتَهَدَ)

Fi’il madhi dengan wazan babul awwal min tsulatsiy mazid (اِفْتَعَلَ) bina’ shohih (اِجْتَمَعَ يَجْتَمِعُ) berasal dari kata (اِجْتَهَدَ يَجْتَهِدُ) yang bermakna: berusaha keras, bersungguh-sungguh, bersusah payah dalam mencapai sesuatu. Wazan tashrifnya adalah:

اِجْتَهَدَ يَجْتَهِدُ اِجْتِهَادًا فَهُوَ مُجْتَهِدٌ – وَذَاكَ مُجْتَهَدٌ – اِجْتَهِدْ – لَا تَجْتَهِدْ – مُجْتَهَدٌ2

Kesimpulan makna kata ini adalah: berusaha keras dan bersungguh-sungguh. I’rabnya adalah:
fi’il syarth, mabni ‘alal fathi, fi mahalli jazmin li annahu fi’il madhi.

Kata (نَجَحَ)

Fi’il madhi dengan wazan babuts tsalits minats tsulatsi mujarrod bina’ shohih (فَتَحَ يَفْتَحُ) berasal dari kata (نَجَحَ يَنْجَحُ) yang bermakna: berhasil, sukses, lulus, tercapai tujuannya. Wazan tashrifnya adalah:

نَجَحَ يَنْجَحُ نَجْحًا / نَجَاحًا فَهُوَ نَاجِحٌ – وَذَاكَ مَنْجُوحٌ – اِنْجَحْ – لَا تَنْجَحْ – مَنْجَحٌ2 – مِنْجَاحٌ

Kesimpulan makna kata ini adalah: berhasil atau sukses. I’rabnya adalah:
jawabus syarth, mabni ‘alal fathi, fi mahalli jazmin li annahu fi’il madhi.

Kesimpulan Makna (مَنِ اجْتَهَدَ نَجَحَ)

Barangsiapa yang ia berusaha keras dan bersungguh-sungguh dalam mencapai sesuatu, maka ia akan berhasil dan meraih tujuan yang diinginkannya.

Penjelasan Makna (مَنِ اجْتَهَدَ نَجَحَ)

Mahfuzhot ini mengajarkan bahwa:

  • Kesuksesan adalah buah dari usaha yang serius

  • Tidak cukup hanya keinginan, harus ada kerja keras

  • Orang yang bersungguh-sungguh pasti memiliki peluang besar untuk berhasil

Dalam kehidupan pelajar:

  • Rajin belajar → berhasil dalam ujian

  • Tekun berlatih → menjadi ahli

  • Bersungguh-sungguh dalam ibadah → mendapatkan ridha Allah

Pesan Tarbiyah

Mahfuzhot ini menanamkan prinsip hidup:

  • Usaha tidak akan mengkhianati hasil

  • Kesungguhan adalah jalan menuju keberhasilan

Jika ingin sukses, maka bersungguh-sungguhlah dalam berusaha dan jangan pernah malas.

Makna (مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ)

Kata (مَنْ)

Penjelasan makna kata ini sama dengan penjelasan kata (مَنْ) pada mahfuzhot sebelumnya seperti (مَنْ جَدَّ وَجَدَ) dan (مَنِ اجْتَهَدَ نَجَحَ) yang memiliki arti “barangsiapa”.
Kata ini adalah isim syarth yang berfungsi menjazmkan dua fi’il.

Kata (يَزْرَعْ)

Fi’il mudhori’ dengan wazan babuts tsulatsi mujarrod bina’ shohih (زَرَعَ يَزْرَعُ) yang bermakna: menanam, menabur benih. Wazan tashrifnya adalah:

زَرَعَ يَزْرَعُ زَرْعًا فَهُوَ زَارِعٌ – وَذَاكَ مَزْرُوعٌ – اِزْرَعْ – لَا تَزْرَعْ – مَزْرَعٌ2 – مِزْرَاعٌ

Kesimpulan makna kata ini adalah: menanam atau melakukan usaha awal. I’rabnya adalah:
fi’il syarth, fi’il mudhori’ yang majzum karena masuk isim syarth (مَنْ), dan tanda jazmnya adalah sukun.

Kata (يَحْصُدْ)

Fi’il mudhori’ dengan wazan babuts tsulatsi mujarrod bina’ shohih (حَصَدَ يَحْصُدُ) yang bermakna: memanen, menuai hasil. Wazan tashrifnya adalah:

حَصَدَ يَحْصُدُ حَصْدًا فَهُوَ حَاصِدٌ – وَذَاكَ مَحْصُودٌ – اِحْصُدْ – لَا تَحْصُدْ – مَحْصَدٌ2

Kesimpulan makna kata ini adalah: menuai atau mendapatkan hasil dari usaha. I’rabnya adalah:
jawabus syarth, fi’il mudhori’ yang majzum, tanda jazmnya adalah sukun.

Kesimpulan Makna (مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ)

Barangsiapa yang ia menanam sesuatu (melakukan usaha, amal, atau kerja keras), maka ia akan memanen atau mendapatkan hasil dari apa yang ia tanam tersebut.

Penjelasan Makna (مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ)

Mahfuzhot ini mengajarkan bahwa:

  • Setiap usaha pasti ada hasilnya

  • Apa yang kita lakukan hari ini akan kita rasakan hasilnya di masa depan

  • Jika menanam kebaikan akan menuai kebaikan

  • Jika menanam kemalasan akan menuai kegagalan

Dalam kehidupan pelajar:

  • Menanam belajar akan menuai prestasi

  • Menanam disiplin akan menuai kesuksesan

  • Menanam kemalasan akan menuai penyesalan

Pesan Tarbiyah

Mahfuzhot ini sangat dalam maknanya:

  • Hidup ini seperti ladang

  • Kita semua adalah petani

  • Dan amal kita adalah benihnya

Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita panen nanti.

Makna (لِكُلِّ مُجْتَهِدٍ نَصِيبٌ)

Kata (لِكُلِّ)

Kata (لِ) adalah harfu jar yang bermakna al-istihqaq (menunjukkan hak atau kepemilikan).
Kata (كُلّ) adalah isim yang dijerkan (majrur) oleh (لِ) dan bermakna “setiap/semua”, serta menjadi mudhof bagi kata setelahnya. Kesimpulan makna kata ini adalah: hak atau milik bagi setiap…

I’rabnya adalah:

  • (لِ) huruf jar

  • (كُلِّ) isim majrur dengan tanda kasrah, sebagai mudhof

Kata (مُجْتَهِدٍ)

Kata ini adalah isim fa’il dari fi’il (اِجْتَهَدَ يَجْتَهِدُ) yang bermakna: orang yang bersungguh-sungguh, orang yang berusaha keras. Wazan tashrif asalnya:

اِجْتَهَدَ يَجْتَهِدُ اِجْتِهَادًا فَهُوَ مُجْتَهِدٌ

Kesimpulan makna kata ini adalah: orang yang bersungguh-sungguh dalam usaha. I’rabnya adalah:

  • mudhof ilaih, sehingga menjadi majrur dengan tanda kasrah

Kata (نَصِيبٌ)

Kata ini bermakna: bagian, porsi, hasil, atau jatah yang diperoleh seseorang.

Kesimpulan makna kata ini adalah: hasil atau bagian dari usaha. I’rabnya adalah:

  • mubtada’ muakhkhar, marfu’ dengan tanda dhammah

Kalimat (لِكُلِّ مُجْتَهِدٍ)

Kalimat ini merupakan:

  • khabar muqaddam (didahulukan)

  • berbentuk syibhul jumlah (jar majrur)

Kesimpulan Makna (لِكُلِّ مُجْتَهِدٍ نَصِيبٌ)

Setiap orang yang bersungguh-sungguh dalam usahanya, pasti memiliki bagian atau hasil dari usaha yang ia lakukan.

Penjelasan Makna (لِكُلِّ مُجْتَهِدٍ نَصِيبٌ)

Mahfuzhot ini mengajarkan bahwa:

  • Tidak ada usaha yang sia-sia

  • Setiap usaha pasti menghasilkan sesuatu

  • Besar kecilnya hasil tergantung kesungguhan

Dalam kehidupan pelajar:

  • Yang belajar pasti dapat ilmu

  • Yang berlatih pasti meningkat

  • Yang berusaha pasti ada hasilnya

Walaupun hasilnya berbeda-beda, setiap orang tetap mendapatkan bagiannya sesuai usahanya.

Pesan Tarbiyah

Mahfuzhot ini memberikan harapan:

  • Jangan takut hasil kecil

  • Yang penting terus berusaha

Karena setiap kesungguhan pasti memiliki bagian hasilnya, sekecil apapun itu.

Penjelasan Mahfuzhat

Barangsiapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh dalam amalannya atau pekerjaannya, maka ia akan mendapatkan buah amalan atau pekerjaannya tatkala ia membutuhkannya. Orang yang bersungguh-sungguh pasti akan sampai pada maksud dan tujuan yang ia inginkan.

Barangsiapa yang menanami tanahnya dengan benih tanaman, ia akan memanen hasilnya ketika musim panen. Siapa yang tidak menanam benih tanaman, ia akan menuai penyesalan pada saat musim panen.

الجَدُّ فِي الْجَدِّ وَالْحِرْمَانُ فِي الكَسَلِ فَانْصَبْ تُصِبْ عَنْ قَرِيبٍ غَايَةَ الْأَمَلِ

Keberhasilan mendapatkan tujuan ada dalam kesungguhan berbuat, sedungkan kerugian ada dalam kemalasan – Bersungguh-sungguhlah maka engkau akan mendapati tujuan akhir akan segera tercapai

اِجْهَدْ، وَلَا تَكْسَلْ، وَلَا تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ الْعُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ

Bersungguh-sungguhlah, dan jangan malas, dan janganlah anda menjadi orang yang lalai – Karena penyesalan di akhir hanyalah bagi mereka yang bermalas-malasan

بِقَدْرِ الكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِي وَمَنْ طَلَبَ الْعُلى سَهِرَ اللَّيَالِي

Engkau akan mendapatkan kemuliaan sesuai dengan kadar kepayahanmu – Barangsiapa yang mencari kemuliaan maka ia akan bangun pada malam hari

Barangsiapa yang menanam ia akan memanen buahnya pada saatnya, barangsiapa yang tidak menanam ia tidak akan pernah memanen sesuatu. Maka bersungguh-sungguhlah pada hari ini, engkau akan menuai hasilnya esok hari. Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas dari menunaikan semua kewajiban yang diamanahkan kepadamu. Jangan lalai dari hal-hal yang akan memperbaiki masa depanmu. Orang yang malas ketika ia masih kecil akan menyesal di masa besarnya.

Kesuksesan dan keberhasilanmu tergantung dari upaya kerasmu dalam kehidupan. Beramallah di siang hari dan bangunlah di malam hari untuk mendapatkan kemuliaan.

Dalil al Qur’an

فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ (7) وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ ࣖ (8)

Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain) (7) dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah! (8) (asy Syarh 7-8)

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, (An Najm : 39)

Dalil as Sunnah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: « الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ ‌احْرِصْ ‌عَلَى ‌مَا ‌يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجِزْ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau lemah. Jika sesuatu menimpamu, maka janganlah engkau berkata: ‘Seandainya aku melakukan begini dan begitu, tentu akan terjadi begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah: ‘Ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.’ Karena sesungguhnya kata ‘seandainya’ itu membuka pintu perbuatan setan.” (Muslim, Shahih Muslim 2664)

Kisah Islam

Kisah Abdurrahman bin Auf

Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf datang tanpa harta sama sekali. Saudaranya dari Anshar menawarkan:

  • Setengah hartanya

  • Bahkan menawarkan salah satu istrinya

Namun beliau menolak dengan penuh kemuliaan dan berkata:

دُلَّنِي عَلَى السُّوقِ
“Tunjukkan aku jalan ke pasar.”

Lalu beliau mulai:

  • Berdagang dari nol

  • Jujur dalam jual beli

  • Bersungguh-sungguh tanpa malas

Tidak lama kemudian:

  • Beliau menjadi kaya

  • Memiliki usaha besar

  • Bahkan mampu bersedekah dalam jumlah besar di jalan Allah

Soal-Soal Latihan Mandiri

A. HAFALAN & PEMAHAMAN DASAR (10 SOAL)

1. Tuliskan 4 mahfuzhot berikut dalam bahasa Arab lengkap tanpa kesalahan!

2. Tuliskan terjemahan lengkap dari keempat mahfuzhot tersebut!

3. Tuliskan arti per kata dari: مَنْ جَدَّ وَجَدَ

4. Tuliskan arti per kata dari: مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

5. Sebutkan arti kata berikut: اجتهد , نصيب , الكسل , النجاح

6. Jelaskan perbedaan makna: جدّ , اجتهد

7. Apa hubungan antara: يزرع يحصد

8. Sebutkan 3 contoh sederhana dari: مَنْ جَدَّ وَجَدَ

9. Sebutkan 3 contoh dari: مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

10. Tuliskan 1 kesimpulan umum dari semua mahfuzhot!

B. NAHWU & SHOROF (10 SOAL)

11. Identifikasi jenis kata dalam: مَنْ جَدَّ وَجَدَ

12. Sebutkan: Fi’il syarth , Jawabus syarth pada kalimat tersebut!

13. Apa fungsi isim syarth (مَنْ)?

14. Analisis i’rab sederhana: جَدّ

15. Analisis i’rab: وَجَدَ

16. Sebutkan wazan: اجتهد

17. Tashrifkan secara sederhana: نجح – ينجح

18. Jelaskan i’rab: لِكُلِّ مُجْتَهِدٍ نَصِيبٌ

19. Apa kedudukan: نصيب لكل مجتهد

20. Apa tanda jazm pada: يزرع يحصد

C. PEMAHAMAN MAKNA & FAEDAH (10 SOAL)

21.Jelaskan makna: مَنْ جَدَّ وَجَدَ

22. Jelaskan makna: مَنِ اجْتَهَدَ نَجَحَ

23. Jelaskan makna: مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

24. Jelaskan makna: لِكُلِّ مُجْتَهِدٍ نَصِيبٌ

25. Sebutkan 3 faedah dari: مَنْ جَدَّ وَجَدَ

26. Apa bahaya kemalasan menurut materi?

27. Mengapa usaha harus disertai kesungguhan?

28. Apa hubungan usaha dan hasil dalam Islam?

29. Jelaskan perumpamaan hidup sebagai “ladang”!

30. Apa pesan tarbiyah paling penting dari materi ini?

D. DALIL & PENGUATAN (10 SOAL)

31. Tuliskan 1 ayat Al-Qur’an tentang usaha!

32. Tuliskan arti ayat tersebut!

33. Jelaskan makna ayat tersebut!

34. Tuliskan hadits:
احرص على ما ينفعك

35. Jelaskan makna hadits tersebut!

36. Apa maksud:
ولا تعجز”?

37. Jelaskan hubungan hadits dengan mahfuzhot!

38. Apa makna “المؤمن القوي” dalam hadits?

39. Mengapa tidak boleh berkata “لو” (seandainya)?

40. Sebutkan 2 dalil yang menunjukkan pentingnya usaha!

E. KISAH ISLAM (5 SOAL)

41. Ceritakan kisah Abdurrahman bin Auf secara singkat!

42. Apa sikap beliau saat ditawari harta?

43. Apa makna kalimat:
دُلَّنِي عَلَى السُّوقِ”?

44. Sebutkan 3 pelajaran dari kisah tersebut!

45. Apa kaitannya dengan mahfuzhot?

F. APLIKASI KEHIDUPAN (5 SOAL)

46. Sebutkan 5 contoh pengamalan mahfuzhot dalam kehidupan pelajar!

47. Apa akibat jika siswa malas belajar?

48. Bagaimana cara menjadi pelajar yang bersungguh-sungguh?

49. Apa hubungan disiplin dan kesuksesan?

50. Sebutkan 3 kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan!

G. PROYEK AMAL & DAKWAH (HOTS)

51. Buat rencana pengamalan mahfuzhot selama 7 hari!

52. Tuliskan jurnal pengamalan (contoh 3 hari)!

53. Tuliskan pengalaman setelah mengamalkan!

54. Bagaimana cara mendakwahkan mahfuzhot ke teman?

55. Buat contoh teks nasihat menggunakan mahfuzhot!

KUNCI JAWABAN

A. HAFALAN & PEMAHAMAN DASAR

1.

  • مَنْ جَدَّ وَجَدَ

  • مَنِ اجْتَهَدَ نَجَحَ

  • مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

  • لِكُلِّ مُجْتَهِدٍ نَصِيبٌ

2.

  • Siapa bersungguh-sungguh → akan mendapatkan

  • Siapa berusaha keras → akan berhasil

  • Siapa menanam → akan menuai

  • Setiap yang bersungguh-sungguh → mendapat bagian

3.

  • من = barangsiapa

  • جد = bersungguh-sungguh

  • وجد = mendapatkan

4.

  • من = barangsiapa

  • يزرع = menanam

  • يحصد = menuai

5.

  • اجتهد = bersungguh-sungguh

  • نصيب = bagian

  • الكسل = malas

  • النجاح = keberhasilan

6.

  • جدّ = kesungguhan umum

  • اجتهد = usaha lebih keras & mendalam

7.
Menanam = sebab, menuai = akibat

8. (contoh)

  • Belajar → nilai bagus

  • Latihan → mahir

  • Ibadah → pahala

9.

  • Belajar → prestasi

  • Disiplin → sukses

  • Malas → gagal

10.
Kesuksesan bergantung pada usaha

B. NAHWU & SHOROF

11.

  • من = isim

  • جد = fi’il

  • وجد = fi’il

12.

  • Fi’il syarth: جد

  • Jawab syarth: وجد

13. Menjazmkan dua fi’il

14. Fi’il madhi, mabni ‘alal fathi

15. Fi’il madhi, jawabus syarth

16. افتعل

17. نجح – ينجح – نجاحًا – ناجح

18.

  • لكل = جار ومجرور (khabar)

  • مجتهد = mudhof ilaih

  • نصيب = mubtada

19.

  • نصيب = mubtada muakhkhar

  • لكل مجتهد = khabar muqaddam

20. Sukun

C. PEMAHAMAN MAKNA

21. Usaha → hasil

22. Usaha keras → sukses

23. Menanam → menuai

24. Setiap usaha ada hasil

25.

  • Harus usaha

  • Tidak malas

  • Hasil sesuai usaha

26. Gagal, menyesal


27. Karena hasil tergantung usaha

28. Langsung berhubungan

29. Hidup = ladang, amal = benih

30. Kesungguhan kunci sukses

D. DALIL

31. QS An-Najm:39

32. Manusia mendapat sesuai usaha

33. Hasil tergantung usaha

34. احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز

35. Harus semangat dan tidak malas

36. Jangan lemah/malas

37. Semua tentang usaha

38. Mukmin kuat iman & usaha

39. Membuka pintu syaitan

40. QS An-Najm:39 + hadits

E. KISAH

41. Datang tanpa harta → berdagang → sukses

42. Menolak bantuan, memilih usaha

43. Mandiri, tidak meminta

44.

  • Mandiri

  • Kerja keras

  • Tawakal

45. Sesuai semua mahfuzhot

F. APLIKASI

46.

  • Belajar rutin

  • Disiplin

  • Tidak menunda

  • Latihan

  • Ibadah

47. Gagal

48. Rajin, disiplin

49. Disiplin → sukses

50.

  • Malas

  • Menunda

  • Lalai

G. PROYEK AMAL

51. (contoh)

  • Senin: belajar

  • Selasa: murojaah

  • dst

52. Hari 1–3: belajar, ibadah, disiplin

53. Lebih rajin, semangat

54. Nasihat, contoh, sharing

55. (contoh) “Teman, مَنْ جَدَّ وَجَدَ. Yuk kita belajar sungguh-sungguh agar sukses.”

Scroll to Top